Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemda Konawe Gelar Rapat Koordinasi Bersama Forkopinda

719
0
BERBAGI
Rapat Koordinasi berasama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Senin (27/1/2020) di ruang kerja Bupati Konawe yang juga dihadiri Ketua DPRD KAbupaten Konawe DR. Ardin

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe menggelar rapat koordinasi berasama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Senin (27/1/2020).Hal ini dilakukan guna menyikapi beredarnya Isu penularan virus mematikan corona sampai ke Morosi Kabupaten Konawe, yang dikenal sebagai kawasan industri yang mempekerjakan TKA asal China. Atas isu tersebut kini mendapat perhatian serius.

Dalam rapat yang berlangsung di ruang kerja Bupati Kery Saiful Konggoasa itu membahas langkah yang akan diambil pemerintah daerah Konawe menangani masalah virus corona ini.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggosa saat memberikan keterangan pers kepada awak media.

Kepada wartawan Kery mengatakan, langkah-langkah antisipasi telah dibahas bersama. Hasilnya sudah dilaporkan ke Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Ali Mazi.

Kata dia, untuk jalur udara, potensi penularan virus Corona sudah bisa diantisipasi. Tapi Pemda Konawe juga harus mencegah penularannya melalui jalur lainnya yang menuju mega industri di Morosi, misalnya jalur laut. Karena Jalur laut menurutnya, berpotensi menjadi jalur masuk utamanya bagi TKA ilegal.

” Sesuai data dari Nakertrans, TKA di Morosi itu sudah 744. Tapi menurut saya bukan hanya itu, sudah ribuan yang ada di sana,” katanya.

Suasana Rapat Koordinasi berasama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang kerja Bupati Konawe

Terkait adanya informasi yang beredar bahwa di Morosi sudah ada TKA yang terindikasi mengidap virus mematikan itu, namun bupati belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Kemarin saya sudah dapat informasi katanya sudah ada gejala-gejala. Kan virusnya itu melalui orang Cina, jadi kita tetap antisipasi itu. Saya sudah perintahkan Dinkes, Rumah Sakit, Sat Pol PP, TNI- POLRI juga ikut mem-back up dua puskesmas di sana yaitu Morosi dan Bondoala,” ungkapnya.

Selain melakukan koordinasi dengan Forkopimda Konawe bersama instansi terkait, Kery menyebut bahwa dirinya telah berbicara secara langsung dengan kepala Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Tenggara terkait penanganan virus corona tersebut.

“Saya sudah berbicara dengan kepala rumah sakit provinsi dan dia sudah siapkan karantinanya. Sehingga kalau ada TKA terinveksi saya tidak mau dibawa di sini (Konawe-red) tapi langsung dibawa ke Kendari karena virus ini sangat meng- khawatirkan,” ujar Kery.

Menurut Bupati, di mega industri Morosi itu bukan hanya warga Konawe yang ada, tetapi tenaga kerja dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara ada di sana. Sehingga langkah antisipasi harus segera dilakukan hingga penundaan kedatangan TKA ke Sulawesi Tenggara.

“Menurut saya, mau dia sehat atau tidak sehat jangan dulu kita izinkan mereka masuk. Ok, sekarang katanya pemerintah sudah ketat di bandara, tetapi dia mengerti kita punya pelabuhan dan itu banyak tenaga kerja bukannlewat bandara lagi tapi di pelabuhan ini. Saya melihat gejala ini,” ujarnya.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut hadir dalam Rapat Koordinasi berasama Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

Meski sudah melakukan upaya maksimal untuk mencegah penularan virus Corona kepada tenaga kerja lokal di Morosi, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengaku masih kesulitan untuk mendeteksi kondisi kesehatan semua TKA di Morosi. Dikatakan, alat pendeteksi suhu badan di Konawe belum ada, sehingga harus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

“Alat tembak untuk mengukur itu belum ada. Inilah sebentar saya mau bicara dengan pak gubernur kalau bisa tiap kabupaten dikasih itu alat pengukur suhu itu. Kalau kita mau pakai yang dijepit di keteak itu, berapa ribu yang harus kita siapkan,” katanya.

Sebelum mengakhiri wawancara dengan sejumlah awak media, Kery kembali menegaskan bahwa potensi penularan penyakit dari negeri Tirai Bambu itu melalui Virus Corona di wilayah Kabupaten Konawe khusunya di mega industri Morosi itu dimungkinkan. Karena kata Bupati, jalur yang digunakan TKA bukan saja melalui udara tetapi juga jalur laut.

“Potensi itu ada, kan ada bongkar muat kapal di sana. Itulah tadi saya sampaikan Forkopimda, saya kasih pinjam kalian kapal, coba liat-liat sore. Karena di Morosi itu ada tujuh ratusan kapal tongkang yang operasi di sana,” ujarnya. (**)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY