Dinas PK Konawe Gelar Bintek Penyusunan Silabus Kurikulum Bahasa Tolaki

64
0
BERBAGI
Bintek penyusunan silabus bahasa tolaki

KONAWEKITA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Kabupaten Konawe laksanakan Bimbingan Teknis Penyusunan Silabus Kurikulum Bahasa Tolaki, melalui Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) kepada para perwakilan guru Sekolah Dasar (SD) se-Konawe. Yang berlangsung disalah satu hotel di Unaaha. Senin, 13/5/2024.

Kadis PK Konawe, Suryadi dalam sambutannya mengatakan, program ini yang seharusnya dilaksanakan dan masuk tahun 2023 jelas Suriyadi, namun karena adanya pertimbangan khusus, dan sambil menunggu Peraturan Bupati. Sehingga kegiatan ini baru bisa dimasukkan dalam program di tahun 2024.

Kadis PK Konawe, Suriyadi, mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan telah mempunyai dasar hukum yang kuat. Sehingga diharapkan setelah kegiatan ini, para guru dapat mengimplementasikan sesuai dengan tujuan yang telah disepakati bersama.

Selain peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2023 tentang Kurikulum Muatan Lokal Pada Jenjang Satuan Pendidikan Di Kabupaten Konawe, juga adanya Surat Edaran Penjabat PJ Bupati Konawe Nomor 400-3/935/Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Mata Pelajaran Muatan Lokal Sekolah Dasar Dan Sekolah Menengah Pertama.

“Sekarang bagaimana kita mengsinergikan dengan kurikulum merdeka,” jelas Suriyadi

Disadari bahwa dalam pelaksanaannya lanjut Suriyadi, akan ada tantangan yang didapatkan, salah satunya yaitu wilayah-wilayah yang bukan mayoritas masyarakat lokal.

Meskipun demikian, Suriyadi mengajak para guru untuk menjadikan keadaan tersebut sebagai motivasi, dalam mensukseskan program yang akan dilaksanakan.

“Jangan malu-malu untuk bertanya dan menyampaikan gagasannya, sehingga dapat melahirkan konsep yang dapat berdampak terhadap anak-anak didik kita,” harapnya.

Suriyadi mengungkapkan, Program mombetolaki asooleo akan segera dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan. Hal ini dalam rangka menjaga dan mempertahankan kearipan lokal.

“Silabus ini akan menjadi dasar, atau rambu-rambu dalam melaksanakan program di satuan pendidikan,” tutupnya. (red)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY