Pemda Konawe Bersama Forkompinda Gelar Rapat Percepatan Penanganan Covid-19

519
0
BERBAGI
Rapat bersama Pemda Konawe, DPRD dan Forkompinda serta rganisasi keagamaan kembali menggelar rapat percepatan penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Aulah Merah Putih, Senin (20/4/2020).

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Konawe, serta organisasi keagamaan kembali menggelar rapat percepatan penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Aulah Merah Putih, Senin (20/4/2020).

Hadir dalam rapat yang dibuka oleh Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa tersebut, antara lain Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, Ketua DPRD Kabupaten Konawe DR. Ardin, Dandim 1417 Kendari, Kapolres Unaaha, Kajari Unaaha, Ketua Pengadilan Unaaha, Sekda Konawe DR. Ferdinand Sapaan, Kandepag Konawe, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Konawe, Kepala Sub Drive Bulog Konawe, Forum Komunikasi Umat beragama (FKUB) Konawe, serta OPD Se-Kabupaten Konawe.

Forkompinda Kabupaten Konawe saat mengikuti rapat bersama

Dalam rapat yang digelar di Aula Merah Putih tersebut membahas percepatan penanganan wabah Covid-19, dan dampak yang ditimbulkan akibat wabah tersebut. Jaring pengaman sosial termasuk menindaklanjuti

himbauan Kemetrian Agama Republik Indonesia dan Maklumat Kapolri. termasuk rencana penggunaan anggaran, yang telah disepakati oleh DPRD dan Tim Anggaran Pemda Konawe. Juga bantuan rencana penyaluran bantuan pemerintah pusat yang bersumber dari APBN.

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan sabara usai mengikuti Rapat bersama tersbut kepada sejumlah media mengatakan, paling pertama hasil rapat yang dilaksanakan, akan menindak lanjuti surat edaran Menteri Agama Republik Indonesia ada 16 point, dan itu nanti akan ditindak lanjuti dengan himbauan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa dan ujung tombak dari pada himbauan tersebut akan dilaksanakan oleh Kementrian Agama Kabupaten Konawe, kemudian didampingi oleh Majelis Ulama dan akan didampingi jug oleh Baznas.

“Seluruh Masjid- masjid di Kabupaten Konawe kami harap supaya mematuhi himabuam dari pada bupati Konawe, atas tindak Lanjut dari pada Kementerian Agama RI dan semua sepakat, Forkompinda sepakat, ada pak ketua DPRD, semua kita sepakat bahwa surat edaran kementiran agama itu itu akan kita tidak lanjuti dengan himbuan bupati Konawe”. Kata Gusli Topan Sabara.

Suasana Rapat bersama Pemda Konawe, DPRD dan Forkompinda serta
rganisasi keagamaan kembali menggelar rapat percepatan penanganan
Corona Virus Desease 2019 (Covid-19)

Sebagai tidak lanjut dari pertemuan tersebut Kata Dia, Pemda Konawe akan menerbitkan Surat Keputusan Bupati sebanyak empat buah namun tidak dirinci SK Apa saja yang akan diterbitkan, dan semua sudah dibicarakan bersama Forkompinda dan dinas-dinas terkait, akan lebih stresing lagi, dalam rangka pencegahan “Kita prioritaskan untuk pencegahan” ungkapnya.

Gusli mengungkapkan, sudah ada surat edaran pemerintah pusat bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tidak bisa digunakan kecuali orang yang sakit bukan yang terdampak, nah kalau itu digunakan maka berarti tidak bisa diguanaka CBP itu. “Pada kesempatan ini pula kami mohon kepada pemerintah pusat, agar kiranya surat keputusan tentang penggunaan CBP ini bisa ditinjau kembali, agar pengunaan ini betul – betul bukan hanya kepada yang sakit tapi juga yang terdampak secara ekonomi” ujarnya.

Untuk di Konawe pemda akan mengeluarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD), dan DPRD telah sepakati Rp 109 Miliar, tetapi Pemda Konawe akan membagi secara parsial. Akan breakdown dan akan digunakan selama sembilan (9) bulan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga yang dihitung hingga 31 Desember 2020.

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara didampingi Sekda Konawe Dr.
Ferdinand Sapaan saat menyampaikan kondisi terkini penangan Covid-19
di Kabupaten Konawe.

“Insha Allah, mudah- mudahan hanya sampai bulan 5, yah sudah bulan 5 bulan 6 itu saja yang akan kita gunakan. Jadi seluruh warga kita tidak usa resah kita bersama- sama semua sesuai dengan kearifan lokal kita, Samaturu, Medudulu, Mepokoaso dalam menghadapi wabah yang sedang kita hadapi sekarang ini” Kata Politis PAN ini.

Terkait dengan distribusi dan pembelian beras oleh Bulog, kata Gusli, pihaknya mengingikan bulog lebih kompetitif, karena Konawe mulai dari bulan ini samapi bulan Juni 2020, akan memasuki masa panen raya, sehingga dirinya mengiginkan Konawe sebagai lumbung pangan di Sulawesi Tenggara bisa mensuplay kabupaten- kabupaten, keluarga- keluarga di kabupaten lain yang betul- betul membutuhkan pangan.

“Kita inginkan Konawe Konawe sebagai efisentrum pangan di Sulawesi Tenggara” Ujarnya.

Lanjutnya, Keinginan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa. Bapak Gubernur Sultra Alimazi leader dalam pangan ini. Gubernur mengumpulkan seluruh bupati dan memerintahkan seluruh bupati agar dana cadangan untuk pembelian beras, diberikan kepada divre Sulawesi Tenggara, nanti Divre Sulawesi Tenggra membeli melalui Sub Divre Kabupaten Konawe membeli seluruh hasil panen di kabupaten Konawe ” Sekarang bola ada di tangan bapak gubernur Sultra” Ungkapnya.

Sub Divre Bulog Konawe, saat menyampaikan kondisi ketersediaan beras
di Gudang Bulog Konawe

Terkait ketersedian beras yang ada di bulog apakah mampu menyediakan untuk 17 kabupaten/Kota, Gusli menerangkan, Sekarang ini, bulog akan mengisi gudangnnya baik itu gudang yang ada di Divre Kendari maupun Divre yang ada di Konawe ini sekarang harus diisi. “tetepi diisi ini petani kita harus untung, untuk dalam arti harga tetap stabil, Nah di sini kehadiran pemerintah seluruh kabupaten harus hadir bersama- sama dikoordinir oleh bapak gubernur sultra. dan ini harus bisa memberi nilai tambah bagi petani kita” Jelasnya

Sementara itu Sekretaris daerah (Sekda) Kabupate Konawe Dr. Ferdinan Sapaan dalam rapat mengungkapkan, Ada aturan baru dari Kementrian Keuangan bahwa terjadi pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 11 persen dan dana insentif daerah sebesar 7 persen. Bantuan sosial terkait penangan Dampak Wabah Covid-19 ini yang bersumber dari Anggaran Pandapatan dan Belanja Negara (APBN), melalui dinas Sosial akan turun pada bulan April sekarang ini. Dengan jumlah penerima lebih kurang 15 ribu kepala Keluarga dengan nilai Rp 600 ribu. Bantuan yang akan turun ini membutuhkan pendampingan karena rawan.

“Bantuan langsung yang kami terima hingga saat ini sangat kecil, berdasarkan jumlah penduduk, karena bantuan sedikit semoga saja kasusnya sedikit. juga ada bantuan sebesar Rp 100 juta dari perusahaan kelapa sawit, langsung ditujukan ke Rumah sakit penanganan wabah Covid-19” harap Dr. Ferdinand. (**)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY