Empat Strategi Jitu KSK Membangun Konawe

229
0
BERBAGI
Bupati KSK saat acara Ekspos Satu Dekade Pembangunan di masa memimpin Kabupaten Konawe

Bupati Kabupaten Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) dalam membangun Konawe memiliki empat strategi jitu dalam merumuskan berbagai langkah strategis, dengan merancang visi misi yang menjadi cikal bakal Konawe Gemilang yakni Gerbang Membangun Masyarakat yang Mandiri, Berkelanjutan Dan Berdaya Saing.

Bupati dua Periode ini mengatakan, awal memimpin Konawe, pembangunan dalam kondisi yang tidak ideal, Kabupaten Konawe masuk sebagai daerah tertinggal dengan pertumbuhan ekonomi turun pada level -7.86 persen, angka kemiskinan masih mencapai 16.58 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) baru mencapai 68.23 dengan status IPM sedang. Hal itu disampaikan saat membawakan sambutan di acara Ekspos Satu Dekade Pembangunan di masa memimpin Kabupaten Konawe.

Pada angka partisipasi angkatan kerja (TPAK) baru mencapai 65,06 persen, pendapatan perkapita penduduk baru mencapai 19,4 juta/kapita/tahun atau hanya 1,6 juta/kapita/bulan.

“Demikian halnya kondisi penyelenggaraan pemerintahan di daerah masih belum memenuhi prinsip-prinsip akuntabilitas yang baik, dimana opini BPK kita masih menyandang status keterangan wajar dengan pengecualian (WDP),” jelas mantan Ketua DPRD Konawe ini.

Suasana acara Ekspos Satu Dekade Pembangunan di masa memimpin Kabupaten Konawe

Visi Misi tersebut ditopang oleh 4 strategi, yang bertujuan menciptakan kembali kejayaan Kabupaten Konawe, yakni strategi Pertumbuhan, yang menekankan pada upaya berkualitas mendorong melalui upaya pertumbuhan ekonomi yang mendorong investasi pada sektor-sektor strategis daerah dan pemanfaatan potensi unggulan mewujudkan daya saing yang handal.

Selanjutnya strategi Pemerataan, menekankan pada upaya pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah. Dan strategi Kemandirian, strategi ini didorong dalam rangka memacu kapasitas daerah dalam mewujudkan daya saing dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada.

Dan terakhir adalah strategi integratif, strategi ini mendorong pembangunan secara menyeluruh dan terintegrasi dengan melibatkan peran bersama baik Pemda Konawe, Pemprov Sultra, pemerintah pusat dan swasta.

” Hal itu Kami Lakukan dengan ikhlas, karena Konawe merupakan salah satu dari 4 pilar penting berdirinya provinsi Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Selama kepemimpinan Bupati Kery, peningkatan pembangunan sangat signifikan, kualitas jalan sebesar 68.56 persen atau 537.5 Km dari sebelumnya panjang jalan dalam kondisi baik baru mencapai 31.5 persen atau 247,27 Km, pembangunan sarana air bersih sebanyak 9.424 unit, fasilitas sanitasi 842 unit, drainase sepanjang 37.502 meter.

Selain itu, pengentasan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 1.500 unit, revitalisasi Kota Unaaha seluas 2 hektar. Selanjutnya, pembangunan infrastruktur pertanian terdiri dari 42 unit embung, jalan usaha tani sebanyak 436 paket atau 87 Km, irigasi tersier sebanyak 348 unit.

Masih dalam rangka pemerataan aksebilitas, Pemkab Konawe telah mendorong pembangunan BTS untuk sarana telekomunikasi di enam wilayah kecamatan dimana sebelumnya keenam wilayah tersebut belum terdapat SIGNAL telepon dan internet. Bahkan, Kecamatan Routa telah berhasil didorong percepatannya untuk memperoleh layanan listrik oleh PLN.

“Sehingga warga masyarakat Routa yang selama ini belum merasakan layanan listrik kini telah memperoleh layanan sebagaimana mestinya,” kata KSK.

Selanjutnya untuk pembangunan pada bidang pendidikan, Pemkab Konawe telah melakukan rehabilitasi sekolah sebanyak 560 unit, pemberian bantuan peralatan teknologi informasi sebanyak 182 unit. Serta pembangunan PAUD sebanyak 275 unit. penyediaan tenaga pendidik dimana Tahun 2013 guru TK hanya sebanyak 207 guru

pada Tahun 2022 tenaga guru TK telah mencapai 583 guru, sementara guru SD Tahun 2013 hanya sebanyak 1.639 guru dan pada tahun 2022 mencapai 2.228 guru, dan guru SMP Tahun 2013 hanya sebanyak 557 guru pada Tahun 2022 telah mencapai 991 guru.

” Kami juga memberikan beasiswa bagi S1, S2 dan S3, pengentasan putus sekolah dengan program paket A, paket B dan paket C.” terangnya.

Sementara pada bidang kesehatan, peningkatan signifikan dapat disaksikan dimana telah membangun BLUD RSUD menjadi rumah sakit rujukan yang telah mendapat akreditasi paripurna. Pemkab Konawe juga telah membangun dan merehabilitasi 24 puskesmas dari 29 puskesmas yang ada.

” Kita juga telah menyediakan ambulance bagi seluruh puskesmas di Kabupaten Konawe dan menyediakan fasilitas berobat gratis bagi masyarakat kurang mampu.” Pungkasnya.

Kegiatan tersebut diawali dengan tarian 4 etnis dan dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tenggara, J Robert,Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara, Agnes Widiastuti, Ketua DPRD Konawe, Dr Ardin, Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Dr Ferdinand,Manajemen PT VDNI dan PT OSS, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Konawe, Camat, Lurah dan Kepala Desa se Kabupaten Konawe. (**)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY