Pemkab Konawe Gelar Musrenbang Daerah Berbasis Data Tahun 2021

711
0
BERBAGI
Pemerintah daerah Kabupaten Konawe menggelar Musyawarah Perencanaan Pembanguan (Musrenbang) data, Menuju Konawe satu data Rabu, (27/1/2021)

Dalam rangka melakukan pembenahan diberbagai bidang untuk mewujudkan parameter Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). yang menfokuskan pada perbaikan data untuk dasar dan rujukan pembangunan yang lebih baik di masa mendatang.

Musrembang Data tahun 2021 untuk menuju Program Konawe satu Data  Kegiatan tersebut dilaksanakan disalah satu hotel di Kabupaten Konawe, Rabu (27/1/2021). dihadiri oleh Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara, Sekda Konawe, Ferdinand Sapaan, Kajari Unaaha, Irwanuddin Tadjuddin, Wakapolres Konawe, Kompol Jajang Kiswara, Ketua DPRD Konawe, H. Ardin Kepala BPS Provinsi, Kepala BPS Konawe,  Forkopimda Konawe, para camat Lurah dan kepala desa sekabupaten Konawe.

Kegiatan musrembang Data juga  dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Dan juga merupakan agenda baru dalam proses tata kelola pemerintahan di Kabupaten Konawe. Dan Juga dapat memastikan bahwa Kabupaten Konawe mampu menjadi Katalisator bagi daerah- daerah lainnya dalam mencapai kamajuan dan kesejahteraan.

Musrenbang data Menuju Konawe satu data. yang dihadiri Stakeholder se-kabupaten Konawe.

Mewakili Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa Gusli Topan Sabara dalam sambutannya mengatakan, Dalam beberapa tahun terakhir diketahui bahawa dari sisi pencapaian makro ekonomi Kabupaten Konawe mejadi yang terbaik di wilayah regional Sulawesi Tenggara. “Hal ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan yang patut kita syukuri” Ujarnya.

Rata-rata Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Konawe kata Dia, cukup jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi Sulawesi Tenggara, hal ini membuktikan bahwa Kabupaten Konawe menjadi daerah yang menyumbangkan kesejahteraan bagi provinsi Sulawesi Tenggara. “Prestasi ini akan terus kita dorong dengan langka konkrit yang nyata dan benar-benar terukur” jelasnya.

Kata Wabup Konawe Kabupaten Konawe merupakan daerah tertua di Jazirah Provinsi Sulawesi Tenggara, maka untuk sepatutnyalah agar senatiasa memposisikan diri sebagai yang terdepan dalam berbagai aspek.

Dikatakan pencapaian tersebut menjadi motivasi besar bagi pemerintah Kabupaten Konawe untuk membuat skenario pembangunan kedepan dapat berjalan sesuai harapan, sehingga diperlukan instrumen data yang tepat sehingga perencanaan pembangunan daerah dapat berjalan dengan tepat dan akurat.

Kata dia, dirinya sangat menyadari bahwa perbaikan tata kelola pemerintahan tidak cukup hanya pada aspek pengelolaan keuangan daerah, namun yang jauh lebih penting dari hal tersebut adalah memastikan bahwa sejak pada proses perencanaan hingga tiba pada pelaksanaan anggaran sesuai dengan norma dan regulasi yang berlaku.

Olehnya itu, upaya dimulai dari forum satu data Konawe, merupakan langkah awal yang nyata dalam perbaikan tata kelola yang telah direncanakan dan pada tahun ini pemerintah daerah akan segera mengimplementasikan mulai dari proses perencanaan, penganggaran, penatausahaan hingga pada proses pelaporan dan pengawasan.

Suasana musrenbang Data Kabupaten Konawe, Menuju Konawe Satu data.

“Saya sangat bersyukur bahwa perlahan seluruh stakeholders dapat memahami langka-langka yang ditempuh oleh pemerintah Kabupaten Konawe, terutama para aparatur birokrasi dilingkup pemerintahan Kabuopaten Konawe, yang telah mampu menterjemahkan apa yang menjadi prioritas kami dalam upaya melakukan tata kelola pemerintahan secara menyeluruh” Ujar Gusli.

Gusli juga berharap, Agar di masa-masa yang akan datang Kabupaten Konawe menuai berbagai prestasi baik pada tingkat regional maupun nasional, karena hal tersebut bukanlah hal yang mengejutkan, pasalnya perbaikan atas tata kelola pemerintahan di Kabupaten Konawe sudah dijalankan sejak beberapa tahun belakangan ini.

Gusli mengungkapkan, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo yang menempatkan data sebagai kekayaan baru yang berharga bagi bangsa Indonesia, maka Pemerintah daerah kabupaten Konawe, memandang sejalan dengan prisip presiden tersebut, terhadap pentingnya pengelolaan data di masa kini dan yang akan datang.

Sehingga menurutnya, dewasa ini Konawe tidak saja hanya cukup mengadalkan keuatan narasi yang bersifat kualitatif dalam proses perencanaan pembangunan daerah, karena di era saat ini diperhadapkan pada kenyataan dan tantangan bahwa data dan informasi menjadi instrumen penting dalam proses pengambilan kebijakan pembangunan daerah.

“Dengan yang ada tersebut, kita akan olah dengan netode yang rasional dan ilmiah sehingga menghasilan suatu perencanaan pembangunan yang mampu menjawab isu-isu strategis dan permasalahan yang mengemuka” jelasnya.

” Saya berharap kerjasama antar sektor dapat terus meningkatkan intensitas dan kualitasnya sehingga dapat menghasilkan data yang benar-benar valid dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya,” ungkapnya.

Mengawali Musrenbang Data Pemerintah daerah Kabupaten Konawe dimeriahkan dengan tarian adat suku Tolaki (Melulo).

Wabup Konawe menmbahkan, Dirinya sangat mendukung proses yang telah dimulai karena yang membanggakan Dirinya, dari 17 kabupaten/kota di Sultra Kabupaten Konawe yang lebih dulu mengawali proses ini, artinya, sejalan dengan misi kabupaten Konawe. Membawa konawe selalu menjadi yang terdepan di Sulawesi Tenggara. “Saya mendorong aparatur birokrasi di lingkup kabupaten Konawe untuk senantiasa melakukan inovasi-inovasi dalam rangka mewujudkan akselerasi pembangunan baik, dari sisi pemerintahan maupun dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bapedda Konawe, Munawar Latigana mengatakan tujuan pengaturan satu data tersebut adalah memberikan satu dorongan intansi pemerintah pusat maupun daerah dalam rangka tata kelola penyelanggaraan data untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah serta mewujudkan ketersediaan data yang akurat, terpadu mudah dipertanggung jawabkan dan dapat diakses setiap instansi.

Lanjutnya, pengaturan data tersebut juga dapat mendorong keterbukaan dan transparasi data sehingga menciptakan perencanaan pembangunan yang berbasis pada data serta dengan pengaturan data tersebut kita dapat mendukung data statistik nasional sesuai peraturan perundang-undangan.

“Sasaran aktifitas pengolahan data ini melibatkan semua unsur baik instansi vertikal maupun daerah,” Ujarnya. (**)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY