PUPR Tinjau Pengerjaaan Proyek Jembatan Rahabangga

166
0
BERBAGI
WamenPUPR John Wempi Wetipo (rompi kuning) saat meninjau proyek pembangunan jembatan Sungai Rahabangga Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe Selasa (25/8/2020).

UNAAHA-KONAWEKITA- Wakil Menteri ( Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), John Wempi Wetipo didampingi oleh Wakil Gubernur Sultra H.Lukman Abunawas, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDIP Hugua bersama rombiongan, meninjau langsung progres proyek pembangunan jembatan Rahabangga di Kelurahan Puunaaha, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe. Selasa, (25/8/2020).

Hadir pula Wakil Ketua DPRD Konawe Rusdianto, Sekda Konawe Ferdinand Sapan dan politisi PDIP Litanto, Selasa (25/8/2020).

John Wempi Wetipo mengatakan kedatangan dirinya meninjau langsung progres pekerjaan di lapangan untuk memastikan proyek yang menelan anggaran APBN puluhan miliar tersebut dapat selesai sesuai jadwal.selain mengunjungi jembatan Rahabangga, ia juga mengunjungi proyek pembangunan jembatan Asera Kabupaten Konawe Utara (Konut).

“Hari ini kami datang untuk memastikan dan mengecek progres pekerjaannya agar cepat tuntas sehingga arus lalulintas dari Kolaka ke Kendari ini tidak terhambat. Untuk di Sultra sendiri, memang ada dua jembatan yang sedang dikerjakan yaitu jembatan di Konut yang bentangannya sekitar 150 meter dan Konawe sekitar 180 meter,” ungkapnya

Terkait keterlambatan pekerjaan proyek tersebut, Wamen PUPR pengerjaan proyek jembatan Rahabangga atau lebih dikenal jembatan Ameroro dan jembatan Asera mengalami keterlambatan karena pandemi covid-19.

Menurut Wamen, banyak pekerja yang menghentikan aktivitas pekerjaan karena menjaga agar mereka tidak terdampak Covid. Meski demikian, kata dia ini tetap optimis bahwa pengerjaan kedua jembatan tersebut bakal rampung sesuai yang ditargetkan yakni pada Maret 2021 mendatang.

“Akibat pandemi Covid-19, maka waktu pekerjaan diperpanjang menjadi bulan Maret tahun depan. Dan mudah-mudahan tidak bergeser lagi,” ujar Politisi PDIP-ini ini.

Dirinya berharap dengan kunjunganya ini dapat memberikan spirit kepada Balai yang ada di Sultra. Agar mereka bisa lebih cepat bekerja, serta mendorong pihak PT Brantas Abipraya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.

“Terkait jembatan lama, itu akan dibongkar karena akan menghambat arus air sungai yang mengalir,” jelasnya. (RED/KK)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY